3 Sifat Stratifikasi sosial (tertutup, terbuka, campuran)
Berdasarkan beberapa pendapat dari para ahli dapat disimpulkan bahwa stratifiksdi sosial adalah perbedaan suatu masyarakat ke dalam kelas-kelas secara vertikal yang diwujudkan dengan adanya tingkatan masyarakat dari tertinggi sampai yang terendah.
Menurut Soerjono Seokanto, bahwa stratifiksai dibagi ke
dalam 3 sifat yaitu di antaranya:
Stratifikasi Sosial Tertutup (Close Social Stratification)
Stratifikasi sosial tertutup adalah pelapisan dalam
masyarakat yang tidak memungkinkan masyarakat untuk berpindah dari tingkat yang
satu ke tingkat yang lain. Stratifikasi sosial tertutup ini biasanya terjadi
pada masyarakat yang bersifat kasta maupun feodal. Akibatnya kemajuan akan pola
perilakunya sangat lambat.
Sistem pelapisan sosial tertutup di Indonesia terjadi pada
masyarakat Bali. Masyarakat tersebut adalah penganut agama Hindu yang
mengajarkan sistem kasta. Menurut ajaran Hindu bahwa masyarakat dibagi menjadi
empat kasta yaitu Brahmana, Satria, Versia, dan Sudra. Dasar perkastaan
tersebut adalah sesuai dengan keturunan. Dalam pelaksanaannya bahwa masyarakat
hanya diperbolehkan untuk berinteraksi antar sesama kasta dan tidak
memungkinkan untuk melakukan gerakan sosial antar kasta.
Dengan sistem stratifikasi tertutup demikian maka masyarakat
menjadi terkungkum sehingga sulit untuk maju.
Ciri-ciri masyarakat kasta di Bali:
Masyarakat dibagi berdasakan kasta dalam ajaran Hindu.
Setiap kasta yang dimiliki seseorang berlaku selamanya.
Adanya sistem perkawinan indogami.
Terbatasnya interaksi sosial antar kasta.
Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification)
Stratifikasi sosial terbuka memberikan kesempatan bagi
masyarakat untuk dapat berpindah dari posisi yang dimilikinya. Perpindahan ini
dikarenakan adanya perbedaan kemampuan diantyara individu yang berkaitan dengan
skill dan pengetahuan. Stratifikasi demikian biasanya terjadi pada masyarakat
modern yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Dan terjadinya perpindahan
ini dikarenakan faktor pendidikan.
Stratifikasi Sosial Campuran
Bentuk pelapisan sosial campuran ini biasanya terjadi pada
masyarakat yang memiliki susunan yang heterogen. Letak daerahnya adalah
peralihan antara desa dan kota sehingga masih memiliki dua kebudayaan yang
masih menyatu. Stratifikasi sosial campuran adalah bentuk pelapisan yang
terjadi dalam masyarakat yang memungkinkan terjadi suatu perpindahan atau
mobilitas antar kelas pada batas-batas kelas tertentu. Misalnya, soerang
masyarakat yang dapat bermutasi untuk bekerja sebagai pimpinan tidak
memungkinkan untuk menjadi bangsawan atau tokoh masyarakat.

Komentar
Posting Komentar